Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Selasa, 05 Mei 2009
Diposting oleh shodiqsetyawan

POSISI DAN PERAN GURU

DALAM

MENJALANKAN PROFESINYA

A. Pendahuluan

Kegagalan merupakan salah satu dari awal keberhasilan. Keberhasilan seseorang akan berhasil jika mampu menghasilkan suatu karya yang dapat memicu ide kreatif. Akan tetapi jika seseorang tidak bekerja secara terus menerus dan mampu menghadapi semua cobaan, suatu karya tersebut akan sempurna, sebaliknya seseorang tidak terus berusaha maka hasil karya tersebut tidak akan menghasilkan suatu karya yang baik dan sempurna atau akan menimbulkan kegagalan.

Orang yang ulet selalu mampu menghadapi semua kegagalan. Ulet dalam hal menghasilkan dan selalu belajar dari kesalahan yang telah dibuatnya. Semua kegagalan pasti ada suatu titik keberhasilan.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai keberhasilan diperlukan keuletan dan kedisiplinan dalam kerja. Guru merupakan salah satu orang yang ulet serta sabar dalam menhadapi cobaan serta kedisiplinan mereka yang mampu membawa anak didik memiliki kemampuan intelektual yang sangat luar biasa

Guru memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan pendidikan yang diarahkan untuk mampu mengembangkan ilmu tersebut untuk anak didik mereka.

B. Tinjauan Pustaka

A. Pendidikan Karakter

Karakter adalah kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain. Seseorang dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya. Demikian juga, seorang pendidik dikatakan berkarakter jika ia memiliki nilai dan keyakinan yang dilandasi hakikat dan tujuan pendidikan serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

B. Bersyukur Menjadi Pendidik

A. Perwujudan Bersyukur

Perwujudan bersyukur terhadap suatu kenikmatan yang telah diterima bukan sekadar suatu ucapan atau pernyataan tetapi juga berkaitan dengan tindakan. Maka sebagai bentuk perwujudan rasa syukur dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Menerima secara positif profesi sebagai pendidik,

2. Tidak dhalim terhadap profesi pendidik yang diemban,

3. Menjaga dan mengembangkan profesi pendidik dengan sungguh-sungguh.

B. Orientasi Bersyukur

Pentingnya belajar untuk mencari ilmu dimana pun ilmu itu berada, sebagai kunci untuk membuka segala sesuatu. Kita mesti sadar bahwa jika seseorang golongan, atau pun bangsa ingin menjadi manusia yang berkualitas maka mereka harus mengerti apa hakikat dan fungsi ilmu itu sendiri yang akan membentuk dan mengarahkan jiwa dan akal pikiran.

C. Aktualisasi Bersyukur

Sebagai manifestasi rasa syukur, maka dapat dilihat dari sudut pandang keberadaan, kebermaknaan, dan kedbermanfaatan profesi sebagai pendidik. Peran pendidik di dalam kehidupan dapat diklasifikasikan ke dalam 5 kelompok, yaitu: Manusia wajib, Manusia sunnah, Manusia mubah, manusia makruh, Manusia haram. diharapkan peran pendidik dapat memposisikan diri sebagai manusia wajib, setidak-tidaknya menjadi manusia sunnah.

C. Mendidik Sebagai Amanah

Dalam hubungan antara sesame manusia, amanah menjadi jaminan terpeliharanya keselamatan dan keberlangsungan hubungan tersebut.

Ø Kejujuran: Jantungnya Amanah

Sifat amanah tidak dapat lepas dari sifat jujur. Tidak menghianati amanah ini merupakan bentuk komitmen dalam mengemban amanah, terutama berkaitan dengan kejujuran.

Ø Upaya mengemban amanah

Amanah adalah suatu yang diberikan kepada manusia yang dinilai memiliki kemampuan untuk mengembannya. Agar amanah dapat ditunaikan dengan baik, maka di perlukan upaya-upaya agar suatu lembaga tertentu dapat mengemban amanah yang dipercayakan oleh masyarakat. Untuk menegakkan amanah harus diperlukan adanya:

v Komitmen

v Kompeten

v Kerja keras

v Konsisten

D. Mendidik Dengan Keteladanan

A. Faktor Keteladanan

Keteladanan hendaknya diartikan dalam arti luas, yaitu berbagai ucapan, sikap, dan perilaku yang melekat pada pendidik. Jika hal ini telah dilakukan dan dibiasakan dengan baik sejak awal, khususnya bagi mahasiswa LPTK sebagai calon guru, maka akan memiliki arti penting dalam membentuk karakter sebagai seorang guru yang mendidik.

Keteladanan dalam pendidikan merupakan pendekatan atau metode yang sangat berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik. Setidaknya ada tiga unsur agar seseorang dapat diteladani atau menjadi teladan, yaitu:

ü Kesiapan untuk dinilai dan dievaluasi

ü Memiliki kompetensi minimal

ü Memiliki integrasi

B. Pendidik sebagai Cermin

Pendidik yang dapat diteladani berarti ia dapat juga menjadi cerminan orang lain. Cermin secara filosofi memiliki makna sebagai berikut:

· Tempat yang tepat untuk introspeksi

· Menerima dan menampakkan apa adanya

· Menerima kapan pun dan dalam keadaan apa pun

· Tidak pilih kasih/tidak deskriminastif

· Pandai menyimpan rahasia

C. Mendidik dengan keteladanan

1. Kesederhanaan

Seorang guruharus mampu membawakan diri dengantepat di hadapan murid walaunpun ia sederhana bahkan miskin. Apa yang diperhatikan murid bukan penampilanfisiknya tetapi kepiwaiannya dalam megajar dan mendidik.

2. Kedekatan

Kedekatan antara guru dan murid ibarat orang tua dengan anaknya, apabila anaknya ada kesulitan dalam menjalankan suatu pekerjaan orang tua akan selalu mengarahkan agar tidak salah.

E. Mendidik Dengan Hati

A. Pentingnya Hati

Hati merupakan sesuatu yang paling penting dan mulai pada diri manusia. Sesuatu aktivitas dapat dinilai benar dan salah tergantung pada niat dan maksud dari suara hatinya. Dalam mengawali dan menyelenggarakan pendidikan lebih khusus lagi dalam mengawali pembelajaran adalah membuka hati peserta didik untuk belajar. Jika peserta didik telah terbuka hatinya untuk mempelajari pelajaran yang diikutinya, maka mereka akan tertarik dan terdorong untuk belajar. Untuk membuka hati peserta didik guru harus berupaya membangkitkan rasa cinta kepada peserta didik. Untuk mengaktualisasikan pendidikan dan pembelajaran dengan suara hati, maka guru dapat mendasarkan untuk mencari keridhaan Yang Maha Kuasa dan merupakan tugas mulia serta tugas utama guru.

B. System Keyakinan

Keyakinan merupakan sesuatu yang terbaik yang tertanam dalam hati seseorang, oleh karena itu harus dibangun system keyakinan dan kokoh. System keyakinan harus dibangun melalui berbagai upaya yang diarahkan pada terwujudnya cita-cita atau tujuan sehingga dapat menumbuhykan keyakinan yang nyata serta membangkitkan semangat yang tinggi.

F. Paradigma Pembelajaran

A. Fokus Pembelajaran

Fokus pembelajaran diarahkan pada upaya agar murid mengembangkan lebih lanjut apa yang telah didapatkan sewaktu belajar. Untuk melaksanakan sistem pendidikan tersebut maka diperlukan sosk pendidik yang mampu mengemban amanah dan memiliki visi kedepan tentang pendidikan. Oleh karena itu diperlukan sosok guru yang memlilki karakter kuat dan mampu berfikir serta bertindak cerdas.

B. Mengajar yang Mendidik

Mengajar hendaknya dipandang dalam arti luas, yakni “ mengajar yang mendidik “. Tahapan awal yang harus dimiliki seorang guru adalah memiliki kemampuan mengajar yang benar. Dengan kemampuan ini diharapkan guru dapat mengembangkan diri yang selanjutnya akan memiliki kemampuan mengajar yang terampil dan produktif. Artinya guru bukan hanya mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran tersebut dengan melandasi dan menanamkan nilai-nilai pendidikan.

C. Mengajar adalah Belajar

Guru yang konsisten terhadap profesinya selalu belajar dan mengembangkan diri setiap waktu dan sepanjang hayat, maka ia selalu berkembang dan makin menguasai bidang studi yang diampu ia tidak merasa paling pintar dikelas atau dihadapan muridnya, misalnya guru menghadapi pertanyaan siswa yang dipandang sulit, guru secara terbuka akan mencarikan jawaban sebagai upaya pemecahannya walaupun disampaikan pada kesempatan lain. Inilah slah satu fungsi guru sebagai fasilitator atau pelayan. Disisi lain jika guru tidak mau belajar, maka ia akan mengalami kesulitan bila dihadapkan pada pertanyaan yang diajukan siswa. Sebagai akibatnya guru akan menutupi ketidak tahuannya dengan cara membatasi atau bahkan marah kepada siswa. Hal ini tentunya juga berakibat membatasi kreatifitas siswa dan proses pembelajaran akan terasa kaku dan tidak dinamis sehingga kualitas pembelajaran menjadi tidak optimal.

D. Suasana Pembelajaran

Agar pembelajaran yang berkualitas dapat terwujud, maka diperlukan suasana pembelajaran yang memadai. Oleh karena itu kita perlu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif agar hasil belajar yang diharapkan dapat maksimal. Suasana ini yang menyebabkan baik guru maupun murid merasa nyaman untuk belajar. Suasana pembelajaran hendaknya bukan hanya mentransfer pengetahuan dari guru kepada murid tetapi melakukan pendidikkan keseluruhan. Suasana pembelajaran seharusnya dapat membangkitkan suasana sejuk dan nyaman.

G. Pendidik Unggul

Untuk membangun guru unggul setidak-tidaknya ada tiga hal, yaitu penampilan terbaik, sikap terbaik, dan prestasi terbaik.

A. Penampilan Terbaik

Untuk membangun penampilan terbaik guru, setidak-tidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama posisi dan bahasa tubuh; gaya bicara dan ekspresi wajah; dan cara berpakaian.

a. Posisi dan bahasa tubuh

Posisi dan bahasa tubuh seorang guru menggambarkan perasaan dan sikapnya.

b. Gaya bicara dan ekspresi wajah

Ekspresi wajah menggambarkan kondisi seseorang saat itu. Jika raut muka yang ditampakkan muka masam atau berpaling, tentu akan menggambarkan kondisi perasaan yang sedih, kecewa, dan tidak menghargai orang yang berada dihadapannya. Demikian juga sebaliknya jika ditampakkan raut muka yang ceria dan senyum maka akan timbul suatu pesan dan kesan kegembiraan dan kebahagiaan.

c. Cara berpakaian

Dalam berpakaian harus memenuhi kaidah-kaidah agama. Tuntunan utama syariat dalam berpakaian adalah menutup aurat. Tujuannya adalah untuk menjaga kehormatan yang berpakaian. Kebersahan pakaian akan membawa kepada kesehatan. Oleh karena itu, pakaian yang bersih disamping enak dipandang juga menyehatkan. Disamping secara syariat dan kebersiahan terpenuhi, maka dalam berpakaian juga perlu mempertimbangkan aspek kepatutan atau kepantasan yang sangat terkait dengan budaya dan kondisi setempat.

B. Sikap terbaik

Untuk mendapatkan sikap yang terbaik harus ditunjukkan dengan kepedulian social; menebarkan salam dan kedamaian; dan bijak dalam bicara, santun dalam berbuat, baik dalam bersikap.

C. Pretasi terbaik

Agar dapat mencapai hasil maksimal kita harus berani melakukan kegiatan diluar kebiasaan rata-rata yang dilakukan orang. Seorang guru rajin membaca akan lebih kompeten dibandingkan dengan guru yang hanya menjalankan tugas mengajar bahkan dengan aktif dan rajin menemukan sesuatu dan dapat mengembangkan disiplinilmunya.

H. Berfikir Dan Bertindak Cerdas

Cerdas adalah cepat mengerti dan memahami masalah yang dihadapi; cepat tanggap dalam mengahadapi masalah; tajam dalam menganalisis dan mencari alternatif-alternatif solusi; dan mampu memecahkan masalah.

C. Logika Verbal

Keluaran pendidikan seharusnya dapat menghasilkan orang “ pintar “ tetapi juga orang “ baik “ dalam arti luas. Pendidikan tidak hanya menghasilkan orang “ pintar “ tetapi “ tidak baik ”, sebaliknya juga pendidikan tidak hanya menghasilkan orang “ baik “ tetapi “ tidak pintar “. Orang yang “ pintar “ saja tetapi “ tidak baik “ akan menghasilkan orang yang “ berbahaya “ karena dengan kepandaiannya ia bias menjadikan sesuatu menyebabkan kerusakan dan kehancuran. Setidak-tidaknya pendidikan masih lebih bagus menghasilkan orang “ baik “ walaupun tidak “ pintar “. Pendidikan di sekolah tidak lagi cukup hanya dengan mengajar peserta didik membaca, menulis, dan berhitung, kemudian lulus ujian, dan nantinya mendapatkan pekerjaan yang baik. Sekolah harus mampu mendidik perserta didik untuk mampu memutuskan apa yang benar dan salah. Sekolah juga perlu membantu orang tua untuk menemukan tujuan hidup setiap peserta didik. Pendidikan juga harus mampu membukakan mata hati peserta didik untuk mampu melihat masalah-masalah bangsa dan dunia. Agar guru mampu menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran tersebut, maka diperlukan sosok guru yang berkarakter kuat dan cerdas. Sosok guru yang berkarakter kuat dan cerdas diharapkan mampu mengemban amanah dalam mendidik peserta didiknya. Kompetensi utama yang harus melekat pada tenaga pendidik adalah nilai-nilai keamanahan, keteladanan dan mampu melakukan pendekatan pedagogis serta mampu berpikir dan bertindak cerdas.

D. Penalaran Deduktif

Bersyukur Menjadi Pendidik

Guru yang bersyukur selalu fokus pada apa yang dimiliki. Menikmati apa yang ada bukan berarti menyesali dan meratapi apa yang tiada atau hilang dari genggaman kita. Kita tidak selalu dapat memperoleh apa yang diinginkan, namun sesungguhnya kita juga dapat menikmati apa yang kita miliki.

Perwujudan bersyukur terhadap suatu kenikmatan yang telah diterima bukan sekadar suatu ucapan atau pernyataan tetapi juga berkaitan dengan tindakan. Sebagai perwujudan rasa syukur dapat dijabarkan sebagai berikut: menerima secara positif profesi sebagai guru, tidak dhalim terhadap profesi guru, menjaga dan mengembangkan profesi pendidik dengan sungguh – sungguh.

Seorang guru yang jarang mengajar atau tidak bersungguh – sungguh dalam bekerja berarti ia termasuk tidak mensyukuri nikmatnya.

Mendidik Sebagai Amanah

Dalam hubungan antara sesama manusia, amanah menjadi jaminan terpeliharanya keselamatan dan keberlangsungan hubungan tersebut. Rusaknya amanah akan merusak hubungan antara sesama manusia. Penyerahan amanah kepada manusia oleh Tuhan dimaksudkan untuk mengangkat nasib manusia pada posisi yang lebih tinggi sepanjang amanah itu diembannya dengan baik dan akan menurunkannya pada posisi yang lebih rendah dari binatang ternak bila amanah itu diabaikan.

Dalam dunia pendidikan amanah terutama terjadi antara masyarakat sebagai pemberi amanah dan lembaga pendidikan sebagai penerima amanah. Dengan kata lain masyarakat menitipkan atau menyerahkan anaknya untuk mengikuti proses studi kepada institusi pendidikan yang mengelola amanah tersebut untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lebih khusus, orang tua menyerahkan anaknya kepada guru agar dididik dan dikembangkan potensinya.

Sifat amanah tidak dapat lepas dari sifat jujur. Dapat dikatakan bahwa kejujuran merupakan pilar utama dalam mengemban amanah. Untuk itu, perlu adanya upaya untuk menegakkan amanah tersebut. Upaya tersebut, terutama diperlukan adanya komitmen, kompeten, kerja keras, dan konsisten.

Amanah dan memenuhi janji merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang memenuhi janji berarti ia orang yang memiliki komitmen untuk memegang amanah. Amanah dan memenuhi janji harus dilakukan oleh seorang guru.

Seorang pendidik harus memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Tanpa komitmen yang kuat, suatu tujuan tidak akan tercapai secara optimal, bahkan dapat menuai kegagalan. Sebaliknya, jika seorang pendidik tidak memiliki komitmen yang kuat berarti ia tidak amanah atau mengabaikan amanah. Komitmen merupakan langkah awal dalam menerima, memenuhi, dan mengembangkan amanah. Sabagai perwujudan langkah awal tersebut adalah adanya ikrar atau janji yang harus terpenuhi.

Hal yang berkaitan dengan komitmen yang dapat dilakukan pendidik agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Komitmen yang dimaksud, (1) Memiliki visi ke depan dan tekad dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik; (2) Memiliki karakter, budi pekerti, dan akhlak mulia; (3) Mampu mengelola dan mengontrol diri dalam peserta didik; (4) Mampu melakukan yang terbaik dalam mengembangkan potensi peserta didik; (5) Bekerja keras dengan penuh pengabdian

Di samping amanah harus diemban secara sungguh – sungguh, guru juga harus ahli. Artinya guru juga harus berkompeten dan profesional. Guru yang berkompeten adalah guru yang memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan pembelajaran dan kemampuan memecahkan berbagai masalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Guru yang berkompeten akan memberikan kepercayaan diri kepada muridnya. Murid akan melihat gurunya sebagai sosok yang pantas dipercaya, tidak hanya dari kata – kata dan perbuatannya tetapi juga kompetensi atau keahliannya. Seorang guru yang kompeten tentunya mampu memfasilitasi muridnya agar juga berkompeten, bahkan muridnya lebih berkompeten.

Guru dalam mengemban tugasnya harus memiliki konsistensi, berarti ia selalu istiqomah, ajeg, fokus, sabar serta ulet. Guru yang melakukan tugasnya secara terus menerus juga termasuk guru yang konsisten.

Guru harus istiqomah, artinya ia harus teguh dalam memegang prinsip dan memiliki pendirian yang kuat. Guru yang dalam bekerja selalu mendasarkan pada norma, aturan, dan kaidah berarti ia termasuk guru yang istiqomah. Seseorang yang istiqomah ia juga memiliki komitmen yang kuat.

Guru harus ajeg melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi pekerjaannya, maksudnya adalah secara terus menerus, berkesinambungan tekun, rutin, dan secara teratur melakukan sesuatu dalam waktu relative lama. Seorang guru yang ajeg belajar maka ia akan selalu berkembang ilmunya. Berarti ia juga sekaligus menerapkan prinsip belajar seumur hidup.

Guru harus fokus pada bidang studi tertentu yang menjadi keahliannya sehingga ia memiliki konsentrasi kajian yang mendalam. Berarti ia menguasai bidang studi tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.

Di samping fokus pada bidang tertentu, maka ia juga harus mampu menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, artinya sebelum menginjak pada pekerjaan selanjutnya ia mampu menyelesaikan pekerjaan secara akurat.

Guru yang konsisten harus sabar dan ulet, ia juga harus mau dan mampu melakukan sesuatu dalam waktu relatif lama walaupun banyak cobaan, rintangan, ataupun tantangan.

E. Simpulan

Guru merupakan profesi yang mulia, penuh pengabdian, dan memiliki peran yang sangat bernilai dalam rangka menyiapkan SDM bangsa. Disamping itu, posisi dan peran guru dan sekaligus guru harus memiliki kualitas-kualitas tertentu, seperti baik martabatnya, tahu aturan, ahli Ibadah dan hidup sederhana, serta seorang guru harus tulus dan fokus pada profesinya. Guru harus memiliki prinsip dan selalu istiqomah sehingga ia tetap hidup mulia dan bahagia. Disamping memiliki pengabdian guru juga sebagai pengembang dan penuntut ilmu.

F. Daftar Pustaka

Hidayatullah, M. Furqon. (2009). GURU SEJATI: Membangun Insan berkarakter Kuat & Cerdas. (Solo: Yuma Pustaka).

Diposting oleh shodiqsetyawan

SIARAN TELEVISI

SEBAGAI

HIBURAN ANAK

Televisi saat ini adalah sarana elektronik yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesusah zaman dahulu dimana perangkat komunikasi ini adalah barang yang langka dan hanya kalangan tertentu yang sanggup memilikinya. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Siaran-siaran televisi akan memanjakan orang-orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana sedang bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri untuk menonton televisi. Suguhan acara yang variatif dan menarik membuat orang tersanjung untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa. Kita harus berhati-hati sebab televisi selain bisa menjadi teman yang baik bisa juga menjadi musuh yang menghanyutkan.
Dalam sebuah survei yang dilakukan lebih dari setengah anak-anak di AS mempunyai televisi di kamar mereka. Usia remaja paling banyak menonton televisi di kamar dan hampir sepertiga anak-anak pra sekolah mempunyai televisi di kamar mereka dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi. Disebutkan juga adanya beberapa orang siswi sebuah sekolah yang bergantian bolos dari sekolah demi menonton sebuah tayangan opera sabun di televisi. Di Indonesia mungkin tidak sampai menjangkau persentase sebesar ini namun pengaruh televisi juga telah banyak membentuk pola pikir dari anak-anak Indonesia. Dalam tayangan televisi saat ini terdapat banyak gaya kehidupan setan seperti kekerasan yang membuat bulu kuduk merinding, vulgaritas, kejahatan, kebencian, seks bebas, penipuan, tatanan rambut yang radikal, dan lain-lain

Fungsi televisi bagi anak – anak :

1. Sebagai sarana pendidikan

Saat ini beragam acara banyak ditayangkan di berbagai stasiun televisi yang ditujukan sebagai sarana pendidikan untuk usia anak – anak. Misalnya program acara “ Laptop Si Unyil “. Acara tersebut menayangkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan untuk anak – anak agar mempunyai motivasi atau cita – cita yang di inginkan.

2. Sebagai sarana hiburan

Program acara bagi anak yang dapat berfungsi sebagai hiburan, misalnya “ Sponge Bob Square Pants “. Disamping mendapatkan hiburan, anak juga dapat melatih daya imajinasi serta kemampuan berfikir dan melatih kemandirian.

Dampak televisi terhadap anak - anak

Dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat beralasan, mengingat bahwa banyak penelitian menunjukkan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Misalnya penelitian yang dilakukan Liebert dan Baron, menunjukkan hasil: anak yang menonton program televisi yang menampilkan adegan kekerasan memiliki keinginan lebih untuk berbuat kekerasan terhadap anak lain, dibandingkan dengan anak yang menonton program netral (tidak mengandung unsur kekerasan).

Dalam benak banyak orang dewasa, film-film kartun dan film-film robot dianggap merupakan film anak-anak dan cocok dikonsumsi oleh mereka karena format penyajiannya disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Benarkah demikian? Jawabnya tidak semua film-film tersebut cocok dikonsumsi anak-anak. Contohnya Bart Simpson dan Crayon Sinchan yang cukup populer di Indonesia, sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak, karena bercerita dalam bahasa yang kasar dan tingkah laku urakan.

Tetapi diawal kemunculannya, orangtua membiarkan kedua film tersebut ditonton oleh anak-anak karena format penyajian dan jam tayangnya yang pas dengan waktu anak menonton televisi. Setelah berjalan beberapa lama barulah orangtua menyadari kalau tontonan tersebut tidak cocok dan ramai-ramai mengajukan protes kepada stasiun televisi. Akhirnya kemudian film tersebut diberi keterangan bukan untuk konsumsi anak-anak.

Kalau mau lebih teliti, sebenarnya banyak film "anak-anak" yang justru menampilkan adegan kekerasan dan kata-kata yang kasar (meski tidak sekasar film dewasa sih), walaupun banyak juga terdapat adegan-adegan kebaikan (karena biasanya film-film tersebut bercerita tentang pertentangan antara kebaikan dan kejahatan). Contoh film-film yang memiliki kedua unsur tersebut adalah film Popeye the Sailor Man, Batman & Robin, Power Puff Girls, Power Rangers dan Naruto. Film-film ini sangat populer di dalam dunia anak-anak kita sehingga seringkali menjadi model yang ditiru oleh anak-anak. Meskipun mengandung adegan kekerasan, namun film-film ini sepertinya tidak menimbulkan kecemasan bagi orangtua, karena para orangtua sampai sekarang merasa aman meninggalkan anak-anak ketika menonton film-film ini. Film yang cocok untuk anak, misalnya Jimmy Neutron, Dora the Explorer, Go Diego go, Doraemon, Tom & Jery, Blues Clues, dsb.. Sementara itu kalau ada film dewasa, baik yang menampilkan adegan kekerasan maupun tidak, anak-anak seringkali tidak diperbolehkan menonton. Hal ini sudah menunjukkan standard ganda yang diberikan orangtua kepada anak. Adegan kekerasan dalam film dewasa tidak boleh ditonton, tetapi adegan kekerasan dalam film anak-anak boleh ditonton, jadi kekerasan boleh atau tidak? Lalu apakah tidak ada kemungkinan bahwa anak justru dapat juga meniru adegan kekerasan atau kata-kata kasar yang ada dalam film-film tersebut karena mereka melihat bahwa orangtua membiarkan mereka menonton film tersebut dengan bebas?


Daftar Pustaka

Onong Uchjana, Effendi, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Sakti, Bandung, 1993.

Hofman Ruedi, Dasar-Dasar Program Televisi, PT. Gramedia, Jakarta,1999.

Onong Uchjana, Effendi, Dimensi-Dimensi Komunikasi, Alumini, Bandung, 1991.

Diposting oleh shodiqsetyawan

PERANAN MEDIA CETAK

DALAM KEMAJUAN TEKNOLOGI

Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan-pedan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar , foto, dan sebagainya.

Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial. Iklan baris adalah iklan yang pertama kali dikenal masyarakat. Umumnya hanya terdiri dari iklan lowongan pekerjaan; iklan penjualan rumah, mobil bekas, tanah, handphone; dan penawaran jasa tertentu. Iklan ini ukurannya kecil dan banyak mengandung singkatan tertentu.

Iklan display merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar maupun majalah. Ukurannya sangat bervariasi, biasanya minimal dua kolom, hingga maksimal satu halaman. Iklan advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan gaya penulisannya lebih serius. Dalam modul ini yang menjadi fokus pembelajaran adalah iklan jenis display dan advertorial.

KARAKTERISTIK IKLAN MEDIA CETAK

Iklan di media cetak baik itu yang terdapat dalam surat kabar maupun majalah, memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Tergolong praktis, cepat, dengan harga terjangkau
  2. Daya jangkau dan edar surat kabar dapat sampai pelosok. Perkembangan zaman

telah menciptakan segmentasi, dan megidentifikasi surat kabar dan majalah menurut karakteritik sosial pendidikan pembacanya

  1. Peranan jenis huruf, ukuran, aspek lay out turut menentukan keberhasilan iklan
  2. Dapat bertahan, tidak satu kali lalu habis

Anatomi yang dipakai untuk eksekusi (produksi) iklan media cetak menurut Mardjadikara (2004: 25), sebagai berikut.

1. Headline atau judul yang tentunya harus ada kaitannya dengan bodycopy

2. Visual, ilustrasi, gambar atau foto orang model atau apa pun yang berkaitan dengan konsep kreatif dan atau foto produk itu sendiri

3. Bodycopy atau teks yang memberikan informasi lebih rinci tentang produk atau jasa yang akan dijual

4. Produck shot atau foto produk (yang sekaligus bisa menampilkan nama merk) Produk shot ini bisa saja merupakan ilustrasi utama.

5. Baseline yang bisanya terletak paling bawah di layout iklan. Di bagian bawah ini bisa dimasukkan, slogan, cath phrase, atau nama dan alamat perusahaan pengiklan.

Disebutkan juga adanya unsur lain dalam anatomi iklan media cetak, yaitu:

Kupon, jika pengiklan menginginkan respon langsung (direct respon) dari sasaran atau untuk kepentingan survei konsumen.

Flash yaitu, misalnya perkataan Baru, Diskon, Cuci Gudang yang ditulis dengan grafis tertentu untuk mendapat pehatian khusus konsumen.

Terkadang ada iklan yang dibuat sengaja tidak lengkap. Misalnya hanya memuat headline dan tidak jelas mengiklankan produk atau jasa apa yang ditawarkan. Atau tanpa headline sama sekali, namun iklan ini menampilkan produk tanpa label atau sebagian saja. Inilah iklan yang biasanya disebut dengan teaser, yang maksudnya sebagai prakondisi kampanye utama yang akan dilancarkan. Ide strategi keratif dari iklan ini adalah menciptakan rasa penasaran orang akan iklan berikutnya.

MENULIS HEADLINE

Headline haruslah menarik, seperti halnya sebuah judul berita, artikel, cerpen, ataupun novel. Tanpa headline yang menarik, orang tidak akan memperhatikan bodycopy. Selain menarik, headline juga harus mengandung kebenaran secara logika.

Headline "Tips Cantik bagi Wanita" kurang menarik bagi pembaca. Namun, headline "Cara tepat Menjadi cantik dalam 14 hari" merupakan headline yang memukau. Orang akan langsung tertarik menbaca iklan itu lebih jauh. Namun, headline "Cara tepat menjadi cantik dalam 15 menit" adalah mustahil. Orang tidak tertarik karena menilainya ada kebohongan.

Selain pilihan kata yang baik, headline harus ditulis dengan jenis huruf yang mudah dibaca dan huruf yang lebih besar dari bodycopynya. Headline dalam huruf tebal dan ukuran besar, misalnya 72 kurang estetis dan kurang efisien untuk iklan ukuran 2 kolom x 150 mm, disamping tentu saja menghabiskan ruang.

Dari gaya dan struktur kalimatnya headline bisa berbentuk pernyataan, membuat pernasaran, perntanyaan menggoda, mengejutkan, retorika, bujukan, dan sebagainya.

1. Pernyataan: Ada Break ada Kit Kat

2. Membuat penasaran: Ternyata ada juga wanita yang jatuh cinta pada dasi.

3. Pertanyaan menggoda: Mengapa gadis-gadis Indonesia memakai pembalut Suction?

4. Mengejutkan: Gunakan Akal Sehat, Pilihan Baru

5. Retorika: Adakah wanita yang tidak ingin Cantik

Bujukan: Bila Anda eksekutif cerdik, Anda pasti memilih konputer X.

MENULIS BODYCOPY

Setelah memilih kata-kata yang tepat untuk headline, kini saatnya Anda membuat bodycopy. Bodycopy memuat

1. manfaat dari produk

2. pesan yang diharapkan untuk dilakukan oleh konsumen.

Artinya, apa yang kita inginkan diperbuat konsumen setelah membaca iklan kita. Membeli atau mencoba produk? Di mana membelinya? Atau datang ke toko terdekat untuk minta informasi? Mengajak target audience pergi ke Dufan Ancol?. Atau mengajak target audience untuk segera memesan makan siang di Mc Donald? Konsep kreatif selalu bermain di wilayah pesan-pesan tersebut.

Gunakanlah kalimat yang efisien dengan daya ekfetivitas yang tinggi. Hal ini disebabkan biaya produksi dan pemasangan iklan di media tidaklah murah. Gunakanlah bahasa yang biasa dipakai dalam pembicaraan sehari-hari. Membuat kalimat yang terdiri dari 30 kata untuk bodycopy sangatlah tidak baik. Kalimat itu dapat diubah menjadi dua atau tiga kalimat pendek. Kalimat yang efisien dan efektif biasanya singkat, padat, namun menarik dan dengan mudah dapat ditangkap arti oleh target audiencenya.

Jangan lupa hanya satu tujuan dalam membuat iklan, yaitu menjual produk atau jasa yang diiklankan. Yang penting target audience harus tertarik dan mengerti pesan yang kita sampaikan dalam iklan tersebut.

MENULIS ADVERTORIAL

Advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan da gaya penulisannnya lebih serius. Dalam iklan model seperti ini biasanya ditampilkan angka-angka hasil riset , statistik, referensi ilmiah, makalah yang ditulis oleh seorang ahli atau lembaga di bidang profesional di bidang yang berkaitan.

KEKUATAN DAN KELEMAHAN MEDIA CETAK

Ternyata, meskipun sama-sama sebagai media cetak, surat kabar dan majalah memiliki kekuatan dan kelemahan yang tidak sama.

Kekuatan Surat Kabar:

  1. dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasarnya
  2. kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memilih barang sewaktu berbelanja
  3. surat kabar memuat hal-hal yang aktual yang perlu segera diketahui oleh pembacanya
  4. pengiklan dapat bebas memiliki pasar mana yang akan diprioritaskan. Dengan demikian dia dapat memilih media yang cocok dengan terget audience-nya

Kelemahan surat kabar:

  1. sekalipun jangkauannya bersifat masal, surat kabar dibaca orang dalam tempo yang sangat singkat, umumnya tidak lebih dari lima belas menit, dan mereka hanya membaca sekali saja. Surat kabar hanya berusia 24 jam sehingga cepat basi.
  2. sekalipun surat kabar memilki sirkulasi yang luas, beberapa kelompok pasar tidak dapat terlayani. misalnya untuk pembaca di bawah umur 20 tahun
  3. tidak semua produk dapat diiklankan di surat kabar, termasuk iklan yang memerlukan peragaan produknya.

Kekuatan majalah

  1. mempunyai kemampuan untuk menjangjau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi
  2. mempunyai kemampuan mengangkat produk-produk yang diiklankan sejajar dengan persepsi khalayak terhadap prestise majalah yang bersangkuan
  3. memiliki usia edar yang paling panjang dibanding media lainnya
  4. mempunyai kualitas visual yang baik karena umumnya majalah dicetak di ketas yang berkualitas tinggi.

Kelemahan majalah

  1. fleksibilitas ang terbatas karena pengiklan harus m,enyerahkan final artwork iklannya jauh-jauh hari
  2. biaya yang dipakai untuk menjankau setiap kepala menjadi lebih mahal karena majalah hanya beberadar di lingkungan yang terbatas
  3. distribusi yang kurang lancar. Banyak majalah yang peredarannya lambat sehingga menumpuk di rak-rak toko buku.

Media cetak di zaman digital sekarang ini kian suram, banyak yang memprediksi bahwa media cetak di era kedepannya akan tergerus oleh berbagai macam media digital khususnya yang menggunakan internet bahkan Phillip Meyer seorang penulis buku yang berjudul “The Vanishing Newspaper” meramalkan koran terakhir yang terbit adalah pada april 2040. Pada saat sekarang saja sudah banyak orang yang berlangganan media cetak (koran, tabloid, atau majalah) melalui perangkat elektronik seperti menggunakan laptop, handphone, PDA dan lain-lain sehinggal hal tersebut menjadi sangat mudah dan praktis. Cukup dengan menekan beberapa tombol maka jutaan informasi akan tersaji di depan layar monitor.

Tidak seperti dulu yang untuk mendapatkan koneksi internet sangat susah dan mahal, kini di jaman internet yang terjangkau, media digital bukanlah hal yang asing bagi masyarakat. Di internet banyak tersaji situs-situs yang menawarkan informasi-informasi berita terkini. Bukan hanya situs yang khusus mengelola berita tetapi blog kini juga memainkan peranan penting sebagai media penyampaian berita. Bisa kita lihat informasi terkini bisa dengan cepat tersaji di blog dibandingkan dengan situs yang khusus mengelola berita.

Diantara polemik yang ada media cetak dan internet memang memiliki segmen dan peminat yang tersendiri, kalo saia sendiri lebih menyukai media digital menggunakan internet karena media ini khususnya blog bisa menghadirkan interaksi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya


SUMBER

http://www.mirifica.net

http://maswig.blogspot.com/

http:///www.google.com

Pusat Bahasa Depdiknas

Universitas Kristen PETRA

PERANAN MEDIA CETAK

DALAM KEMAJUAN TEKNOLOGI

Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan-pedan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar , foto, dan sebagainya.

Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial. Iklan baris adalah iklan yang pertama kali dikenal masyarakat. Umumnya hanya terdiri dari iklan lowongan pekerjaan; iklan penjualan rumah, mobil bekas, tanah, handphone; dan penawaran jasa tertentu. Iklan ini ukurannya kecil dan banyak mengandung singkatan tertentu.

Iklan display merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar maupun majalah. Ukurannya sangat bervariasi, biasanya minimal dua kolom, hingga maksimal satu halaman. Iklan advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan gaya penulisannya lebih serius. Dalam modul ini yang menjadi fokus pembelajaran adalah iklan jenis display dan advertorial.

KARAKTERISTIK IKLAN MEDIA CETAK

Iklan di media cetak baik itu yang terdapat dalam surat kabar maupun majalah, memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Tergolong praktis, cepat, dengan harga terjangkau
  2. Daya jangkau dan edar surat kabar dapat sampai pelosok. Perkembangan zaman

telah menciptakan segmentasi, dan megidentifikasi surat kabar dan majalah menurut karakteritik sosial pendidikan pembacanya

  1. Peranan jenis huruf, ukuran, aspek lay out turut menentukan keberhasilan iklan
  2. Dapat bertahan, tidak satu kali lalu habis

Anatomi yang dipakai untuk eksekusi (produksi) iklan media cetak menurut Mardjadikara (2004: 25), sebagai berikut.

1. Headline atau judul yang tentunya harus ada kaitannya dengan bodycopy

2. Visual, ilustrasi, gambar atau foto orang model atau apa pun yang berkaitan dengan konsep kreatif dan atau foto produk itu sendiri

3. Bodycopy atau teks yang memberikan informasi lebih rinci tentang produk atau jasa yang akan dijual

4. Produck shot atau foto produk (yang sekaligus bisa menampilkan nama merk) Produk shot ini bisa saja merupakan ilustrasi utama.

5. Baseline yang bisanya terletak paling bawah di layout iklan. Di bagian bawah ini bisa dimasukkan, slogan, cath phrase, atau nama dan alamat perusahaan pengiklan.

Disebutkan juga adanya unsur lain dalam anatomi iklan media cetak, yaitu:

Kupon, jika pengiklan menginginkan respon langsung (direct respon) dari sasaran atau untuk kepentingan survei konsumen.

Flash yaitu, misalnya perkataan Baru, Diskon, Cuci Gudang yang ditulis dengan grafis tertentu untuk mendapat pehatian khusus konsumen.

Terkadang ada iklan yang dibuat sengaja tidak lengkap. Misalnya hanya memuat headline dan tidak jelas mengiklankan produk atau jasa apa yang ditawarkan. Atau tanpa headline sama sekali, namun iklan ini menampilkan produk tanpa label atau sebagian saja. Inilah iklan yang biasanya disebut dengan teaser, yang maksudnya sebagai prakondisi kampanye utama yang akan dilancarkan. Ide strategi keratif dari iklan ini adalah menciptakan rasa penasaran orang akan iklan berikutnya.

MENULIS HEADLINE

Headline haruslah menarik, seperti halnya sebuah judul berita, artikel, cerpen, ataupun novel. Tanpa headline yang menarik, orang tidak akan memperhatikan bodycopy. Selain menarik, headline juga harus mengandung kebenaran secara logika.

Headline "Tips Cantik bagi Wanita" kurang menarik bagi pembaca. Namun, headline "Cara tepat Menjadi cantik dalam 14 hari" merupakan headline yang memukau. Orang akan langsung tertarik menbaca iklan itu lebih jauh. Namun, headline "Cara tepat menjadi cantik dalam 15 menit" adalah mustahil. Orang tidak tertarik karena menilainya ada kebohongan.

Selain pilihan kata yang baik, headline harus ditulis dengan jenis huruf yang mudah dibaca dan huruf yang lebih besar dari bodycopynya. Headline dalam huruf tebal dan ukuran besar, misalnya 72 kurang estetis dan kurang efisien untuk iklan ukuran 2 kolom x 150 mm, disamping tentu saja menghabiskan ruang.

Dari gaya dan struktur kalimatnya headline bisa berbentuk pernyataan, membuat pernasaran, perntanyaan menggoda, mengejutkan, retorika, bujukan, dan sebagainya.

1. Pernyataan: Ada Break ada Kit Kat

2. Membuat penasaran: Ternyata ada juga wanita yang jatuh cinta pada dasi.

3. Pertanyaan menggoda: Mengapa gadis-gadis Indonesia memakai pembalut Suction?

4. Mengejutkan: Gunakan Akal Sehat, Pilihan Baru

5. Retorika: Adakah wanita yang tidak ingin Cantik

Bujukan: Bila Anda eksekutif cerdik, Anda pasti memilih konputer X.

MENULIS BODYCOPY

Setelah memilih kata-kata yang tepat untuk headline, kini saatnya Anda membuat bodycopy. Bodycopy memuat

1. manfaat dari produk

2. pesan yang diharapkan untuk dilakukan oleh konsumen.

Artinya, apa yang kita inginkan diperbuat konsumen setelah membaca iklan kita. Membeli atau mencoba produk? Di mana membelinya? Atau datang ke toko terdekat untuk minta informasi? Mengajak target audience pergi ke Dufan Ancol?. Atau mengajak target audience untuk segera memesan makan siang di Mc Donald? Konsep kreatif selalu bermain di wilayah pesan-pesan tersebut.

Gunakanlah kalimat yang efisien dengan daya ekfetivitas yang tinggi. Hal ini disebabkan biaya produksi dan pemasangan iklan di media tidaklah murah. Gunakanlah bahasa yang biasa dipakai dalam pembicaraan sehari-hari. Membuat kalimat yang terdiri dari 30 kata untuk bodycopy sangatlah tidak baik. Kalimat itu dapat diubah menjadi dua atau tiga kalimat pendek. Kalimat yang efisien dan efektif biasanya singkat, padat, namun menarik dan dengan mudah dapat ditangkap arti oleh target audiencenya.

Jangan lupa hanya satu tujuan dalam membuat iklan, yaitu menjual produk atau jasa yang diiklankan. Yang penting target audience harus tertarik dan mengerti pesan yang kita sampaikan dalam iklan tersebut.

MENULIS ADVERTORIAL

Advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan da gaya penulisannnya lebih serius. Dalam iklan model seperti ini biasanya ditampilkan angka-angka hasil riset , statistik, referensi ilmiah, makalah yang ditulis oleh seorang ahli atau lembaga di bidang profesional di bidang yang berkaitan.

KEKUATAN DAN KELEMAHAN MEDIA CETAK

Ternyata, meskipun sama-sama sebagai media cetak, surat kabar dan majalah memiliki kekuatan dan kelemahan yang tidak sama.

Kekuatan Surat Kabar:

  1. dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasarnya
  2. kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memilih barang sewaktu berbelanja
  3. surat kabar memuat hal-hal yang aktual yang perlu segera diketahui oleh pembacanya
  4. pengiklan dapat bebas memiliki pasar mana yang akan diprioritaskan. Dengan demikian dia dapat memilih media yang cocok dengan terget audience-nya

Kelemahan surat kabar:

  1. sekalipun jangkauannya bersifat masal, surat kabar dibaca orang dalam tempo yang sangat singkat, umumnya tidak lebih dari lima belas menit, dan mereka hanya membaca sekali saja. Surat kabar hanya berusia 24 jam sehingga cepat basi.
  2. sekalipun surat kabar memilki sirkulasi yang luas, beberapa kelompok pasar tidak dapat terlayani. misalnya untuk pembaca di bawah umur 20 tahun
  3. tidak semua produk dapat diiklankan di surat kabar, termasuk iklan yang memerlukan peragaan produknya.

Kekuatan majalah

  1. mempunyai kemampuan untuk menjangjau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi
  2. mempunyai kemampuan mengangkat produk-produk yang diiklankan sejajar dengan persepsi khalayak terhadap prestise majalah yang bersangkuan
  3. memiliki usia edar yang paling panjang dibanding media lainnya
  4. mempunyai kualitas visual yang baik karena umumnya majalah dicetak di ketas yang berkualitas tinggi.

Kelemahan majalah

  1. fleksibilitas ang terbatas karena pengiklan harus m,enyerahkan final artwork iklannya jauh-jauh hari
  2. biaya yang dipakai untuk menjankau setiap kepala menjadi lebih mahal karena majalah hanya beberadar di lingkungan yang terbatas
  3. distribusi yang kurang lancar. Banyak majalah yang peredarannya lambat sehingga menumpuk di rak-rak toko buku.

Media cetak di zaman digital sekarang ini kian suram, banyak yang memprediksi bahwa media cetak di era kedepannya akan tergerus oleh berbagai macam media digital khususnya yang menggunakan internet bahkan Phillip Meyer seorang penulis buku yang berjudul “The Vanishing Newspaper” meramalkan koran terakhir yang terbit adalah pada april 2040. Pada saat sekarang saja sudah banyak orang yang berlangganan media cetak (koran, tabloid, atau majalah) melalui perangkat elektronik seperti menggunakan laptop, handphone, PDA dan lain-lain sehinggal hal tersebut menjadi sangat mudah dan praktis. Cukup dengan menekan beberapa tombol maka jutaan informasi akan tersaji di depan layar monitor.

Tidak seperti dulu yang untuk mendapatkan koneksi internet sangat susah dan mahal, kini di jaman internet yang terjangkau, media digital bukanlah hal yang asing bagi masyarakat. Di internet banyak tersaji situs-situs yang menawarkan informasi-informasi berita terkini. Bukan hanya situs yang khusus mengelola berita tetapi blog kini juga memainkan peranan penting sebagai media penyampaian berita. Bisa kita lihat informasi terkini bisa dengan cepat tersaji di blog dibandingkan dengan situs yang khusus mengelola berita.

Diantara polemik yang ada media cetak dan internet memang memiliki segmen dan peminat yang tersendiri, kalo saia sendiri lebih menyukai media digital menggunakan internet karena media ini khususnya blog bisa menghadirkan interaksi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya


SUMBER

http://www.mirifica.net

http://maswig.blogspot.com/

http:///www.google.com

Pusat Bahasa Depdiknas

Universitas Kristen PETRA